— Lahandi

Industri kreatif kian mengambil porsi yang signifikan dalam sektor perekonomian Indonesia. Tahun 2010, nilai ekspor industri kreatif telah mencapai 114,9 triliyun rupiah.  Bahkan pemerintah menargetkan agar sektor industri kreatif ini pada tahun 2011 hingga 2015 bisa menyentuh 8% dari nilai PDB (Produk Domestik Bruto).

Sayangnya, target dan pencapaian ini belum didukung oleh sektor perbankan, tempat dimana para pemilik bisnis kreatif bisa mendapatkan modal dana segar. Belum keluarnya peraturan perbankan terkait industri kreatif menjadi kendala utama. Akibatnya bank menggunakan pendekatan konvensional, dimana pemilik bisnis harus menggunakan jaminan aset fisik untuk bisa mendapatkan pinjaman.

Padahal, di industri kreatif, aset utamanya adalah ide. Laskar Pelangi adalah sebuah contoh produk dari industri kreatif subsektor penerbitan & percetakan. Setelah sukses dengan novelnya, Laskar Pelangi menjadi film, drama musikal dan yang terkahir serial televisi. Uang triyunan rupiah yang dihasilkan dari semua produk tersebut sumbernya satu: ide cerita Laskar Pelangi yang lahir dari pemikiran Andrea Hirata. Kreativitas adalah aset inti dari sebuah bisnis kreatif. Ini yang membuat industri kreatif perlu dibedakan model pembiayaannya dengan industri lain.

Terganjalnya permodalan oleh perbankan bisa membuat laju pertumbuhan industri kreatif tidak optimal. Banyak pemilik bisnis kreatif yang jadinya hanya mengerjakan pesanan karena model bisnis seperti ini bisa memberikan modal di depan, dan dalam beberapa kasus nama pembuatnya tidak disebutkan. Padahal mereka amat berpotensi untuk memiliki produk yang dibangun dengan ide mereka sendiri. Menjadi kreator berarti ia bisa memasukkan nilai-nilai budaya lokal untuk produknya ketimbang harus mengerjakan produk-produk pesanan negara luar. Menjadi kreator artinya memiliki posisi tawar yang lebih tinggi untuk produk kreatif yang ia hasilkan.

Di negara-negara lain, industri kreatif sudah mulai di dukung pembiayaan permodalannya oleh negara. Di Kanada, the Arts Board and the Ministry of Tourism, Parks, Culture and Sport menggulirkan dana pinjaman 1,15 milyar dollar Canada untuk industri kreatifnya. Terpampang jelas juga paduannya dan cara prosedur peminjamannya, semuanya dalam format PDF yang bisa diunduh, mudah dipahami dan siap print. Jerman juga sudah mendukung sektor industri kreatifnya melalui perbankan. Bahkan  Negara tetangga Malaysia juga sudah duluan dalam mendukung industri kreatifnya lewat sektor perbankan.

Ada wacana, sistem pembiayaan bank syariah bisa menjadi alternatif bagi industri ini. Akad transaksi jual beli bisa jadi solusi bagi bisnis kreatif yang butuh modal untuk pengadaan alat produksi. Jika pada bank konvensional yang jadi objek adalah uangnya, maka pada bank syariah yang jadi objek adalah barangnya. Jadi bank syariah membeli barang yang dibutuhkan, lalu menjualnya kepada pemilik bisnis, dan sang pemilik bisnis akan mencicil kepada bank syariah sesuai besaran yang disepakati di awal.

Solusi yang kedua lewat venture capital atau angel investor. Gencarnya penetrasi broadband, tingginya pengguna mobile phone, dan munculnya startup-startup teknologi di Indonesia membuat negeri ini jadi perhatian venture capital asing. Tahun 2011 kemarin, banyak venture capital baik lokal maupun asing yang sudah mulai bergerak di Indonesia. Hanya saja para venture capital ini cenderung fokus berinvestasi pada bisnis yang berbasis teknologi informasi. Padahal  industri kreatif memiliki 12 subsektor lain diluar sektor berbasis teknologi informasi.

Solusi yang ketiga, crowdfunding. Crowdfunding adalah suatu bentuk pengumpulan dana secara kolektif yang bertujuan untuk mendukung suatu usaha atau kegiatan tertentu. Crowdfunding ini dipandang sebagai solusi yang paling memungkinkan untuk mewujudkan projek-projek kreatif. Bahkan ada situs crowdfunding yang mengumpulkan dana khusus untuk mendukung projek film, musik, buku dan game. Ada beberapa startup crowdfunding online Indonesia yang dikabarkan akan muncul tahun ini.

Bangsa Indonesia secara historis memang sudah kreatif. Leluhur kita sudah membangun candi-candi yang luar biasa megah dan indah di abad ke-8. Setiap suku di Indonesia memiliki kebudayaan pola kain dan bentuk baju tersendiri. Setiap daerah memiliki lagu dan alat musiknya sendiri. Belum lagi cerita-cerita rakyat yang melegenda dan telah dijadikan buku, film serta pementasan drama. Bukankah semua itu termasuk rekam jejak kreativitas manusia-manusia bangsa ini dalam subsektor arsitektur, fashion, musik dan creative writing?

Sudah seharusnya Indonesia bisa menjadikan industri kreatif sebagai salah satu sektor signifikan penggerak ekonominya. Namun itu juga butuh dukungan dalam kemudahan modal. Pemerintah harus secepatnya menyelesaikan peraturan perbankan konvensional terkait industri ini. Perbankan syariah juga sebaiknya mulai membuat paket produk pembiayaan yang related dengan bisnis kreatif. Juga diharapkan munculnya venture capital yang mau fokus untuk berinvestasi pada usaha berbasis kreativitas. Dan startup crowdfunding yang nanti muncul juga diharapkan bisa jadi katalis projek-projek kreatif. Dengan terobosan tersebut, maka para pemilik kreativitas bisa punya produk kreasi sendiri, mandiri dan tidak lagi tergantung pesanan negara lain.

Image credit: Gunawan SM

Read More

When I was 17, I read a quote that went something like: “If you live each day as if it was your last, someday you’ll most certainly be right.” It made an impression on me, and since then, for the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: “If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?”
– Steve Jobs

Being the richest man in the cemetery doesn’t matter to me … Going to bed at night saying we’ve done something wonderful… that’s what matters to me.
– Steve Jobs

…yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life’s change agent. It clears out the old to make way for the new
– Steve Jobs

Steve Jobs, pria yang merevolusi industri komputer, musik & telepon, begitu menekankan pentingnya arti kematian. Steve Jobs adalah contoh nyata bagaimana ‘mengingat mati’ bisa diubah menjadi energi untuk melakukan hal-hal yang revolusioner.

Orang yang paling banyak ingat mati, paling baik dalam persiapan menyambut kematian. Merekalah orang-orang yang beruntung, dimana mereka pergi (meninggal) dengan membawa kemuliaan di dunia dan akhirat.
– HR Ibnu Majah

Cukuplah kematian itu sebagai penasehat
– HR Thabrani & Baihaqi

Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian)
– HR Thabrani

Perbanyaklah mengingat kematian, sebab ia mampu membersihkan dosa-dosa, dan menjauhkan diri dari kesenangan duniawi.
– HR Ibnu Abid Dunya

Bagi seorang muslim, Nabi Muhammad sejak 1400 tahun yang lalu telah mengingatkan kita akan pentingnya mengingat mati. Oleh karenanya seorang muslim juga harus termotivasi untuk melakukan hal-hal yang membawa manfaat untuk orang banyak.

Credit: Ilustrasi Steve Jobs dibuat oleh Ryann Zha

Read More

Crowdfunding adalah suatu bentuk pengumpulan dana secara kolektif yang bertujuan untuk mendukung suatu usaha atau kegiatan tertentu. Di Indonesia, salah satu bentuk crowdfunding yang terkenal adalah Koin Keadilan untuk Prita. Gerakan ini berhasil mengumpulkan 815 juta rupiah dari berbagai penjuru nusantara sebagai dukungan terhadap Prita Mulyasari melawan RS Omni.

Ada beberapa model crowdfunding. Ada yang sistemnya pinjaman, seperti Kiva dan Prosper. Ada juga yang modelnya memberi dan akan mendapatkan sesuatu dari empunya projek, seperti Kickstarter, IndieGogo dan Rockethub. Dan ada juga yang hanya memberi tak harap kembali, seperti GoFundMe.

Hasilnya? Kiva hingga saat ini telah menyalurkan lebih dari 275 juta USD kepada 700 ribu wirausahawan di 60 negara di dunia. Kickstarter berhasil membantu membuat cottage untuk ruang kerja seniman di suatu pulau yang sebelumnya tidak berpenghuni. Dan masih banyak lagi segudang cerita sukses crowdfunding ini termasuk untuk bidang riset dan edukasi.

Crowdfunding ini memotong jalur, jadi tidak ada proses berbelit lewat bank ataupun investor. Uang datang dari para pemilik dana untuk disalurkan kepada yang membutuhkan dana. Boleh jadi, ide-ide bagus para peminta dana ini tidak akan terwujud jika harus melewati bank yang menginginkan jaminan. Ataupun investor, yang umumnya menginginkan riset market yang komperhensif.

Kuatnya semangat startup crowdfunding ini juga menular ke Indonesia. Di Depok sendiri setidaknya ada dua calon startup dengan model crowdfunding.

Pertama Plum, yang mempunyai visi besar untuk menciptakan mobilitas vertikal lewat microfinance. Mereka mencoba mendorong kumpulan individu untuk menjadi pemilik saham dari suatu usaha yang akan dijalankan oleh peminjamnya. Startup yang dimotori oleh Fahry Yanuar Rahman ini direncanakan akan meluncur Februari 2012. Menurut Fahry, ada 30 orang lebih yang terlibat dalam persiapan projek ini, kerja kolaboratif antara mahasiswa dan jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan Teknik Grafika & Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta.

Untuk yang kedua ini muncul dari salah satu anggota StartUpKampusLuqman Syauqi. Nama sementara dari projek ini adalah Indonesia Berdaya. Visinya mengupayakan agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang potensial bisa mendapat modal dari para investor yang tertarik dengan usaha mereka.

Ada bocoran juga dari mas Rhein Mahatma yang bilang kalau enam bulan lagi akan muncul dua startup crowdfunding di Indonesia.

Ada baiknya jika situs-situs crowdfunding ini mulai meng-adjust positioningnya sedari awal. Misalnya ada yang memang di set untuk mendanai projek-projek seni, budaya & lingkungan hidup, ada yang fokus untuk injeksi modal UMKM, ada yang memang untuk mendorong gerakan sosial, pendidikan dan kemanusiaan. Dengan pengaturan positioning seperti ini akan lebih memudahkan para pemilik dana untuk mengalirkan uangnya sesuai bidang perminatan mereka.

Startup crowdfunding merupakan hal yang relatif baru di Indonesia. Menarik untuk disimak bagaimana kemunculan dari para startup ini mewarnai tahun 2012.

Read More

Ada hal yang menarik jika kita melihat kilasan social media tahun 2011 ini. Selain tewasnya Osama bin Laden, tsunami Jepang dan penggulingan rezim di wilayah Afrika utara, selebritas adalah hal yang sering dibicarakan di social media.

2011 in review infographic

Sumber Infografis : http://frugaldad.com

 

Read More

 

Sebagai portal berita nomer satu yang diakses dari Indonesia, tampilan lama Detikcom jadul sekali. Layout dan warna yang dipilih adalah gaya khas website era 90-an. Logonya juga menggunakan efek emboss dan drop shadow yang kurang memberikan fungsi estetis.


Semenjak diakuisisi Trans Corp Juli lalu Detikcom mulai menggulirkan perubahan perlahan-lahan. Dimulai dengan warna website yang tone yang diselaraskan dengan warna Detikcom lama, kemudian layout index dan single post yang mulai berubah, dan yang berubah di awal Desember ini adalah logo dan warna website keseluruhan. Target penyelesaian transisi desain ini dijadwalkan selesai di semua kanal berita Detikcom pada 2012. Berikut petikan wawancara saya dengan Mahmud Yunus, Koordinator Creative Detikcom:

Mengapa Detikcom merubah warna utama logonya menjadi warna biru?
Warna dominan biru pada Detikcom yang baru dilakukan untuk lebih mendekatkan dengan warna brand Trans Corp. Detikcom berusaha agar warna identiasnya inline dengan brand Trans Corp yang  lain (TransTV dan Trans7). Pesan besarnya adalah Detikcom saat ini merupakan media online yang paling besar karena mempunya yang payung yang lebih kuat dibanding sebelumnya. Ini bisa di visualkan salah satunya lewat logo yang memakai font yang lebih kokoh.

 

Kapan jadwal perubahan website ini selesai bergulir?
Target tahun 2012 redesain bisa terlaksana disemua kanal.

 

Biro desain mana yang mengerjakan rebranding Detikcom ini?
Untuk rebranding ini semua kita kerjakan sendiri.

Ada perubahan mendasar pada warna, logo Detikcom yang semula diwarnai dengan merah terang sekarang berubah menjadi biru gelap. Begitu juga dengan layout dan warna website yang didominasi dengan warna biru gelap pada background.

Biru dari logo baru Detikcom memberi pesan bahwa sekarang ia sudah dimiliki Trans Corp, dan efek gradasi warna-warna terang pada bagian com menyesuaikan trend logo 2011. Warna dari logo lama yang masih tersisa adalah warna  jingga kemerahan di ekor logogram Detikcom dan ujung dari bulatan ikon baru. Dengan redesain ini, tampilan webnya jadi lebih gagah walaupun ada efek shiny yang dirasa kurang diperlukan untuk portal berita.

Rebranding yang memang sudah seharusnya dibutuhkan oleh Detikcom. Tampilan single post yang meletakkan berita di sebelah kiri dan iklan di sisi kanan juga mempercepat pengunjung untuk membaca berita yang ia inginkan. Begitu juga letak komentar dan interaksi social media yang diletakkan di bagian bawah dengan rapih.

Pengubahan dari warna merah menjadi warna biru ini ini juga saya pikir sebuah langkah strategis, mengingat Vivanews sebagai portal berita online yang terbanyak diakses di Indonesia nomer dua dibawah Detikcom juga menggunakan warna merah sebagai warna identitasnya.

Apakah pengorbanan warna merah Detikcom lama yang sudah menancap kuat sebanding dengan kecantikan visual dan kemudahan interaksi yang diaplikasikan pada web Detikcom yang baru? Silahkan dikomentari disini.

 

Image website detik lama di ambil dari sini.

Read More

Selasa malam kemarin Kaskus bikin acara untuk merayakan kantor baru mereka. Mungkin ada sekitar 200 orang yang memenuhi kantor baru Kaskus malam itu. Dari pengamatan sekilas, undangan yang hadir kebanyakan berasal dari tech scene & media.

Kantornya inspiring banget! Desain interior asimetris. Ada ruang tamu yang lengkap dengan rumput sintetik dan suara kicauan burung. Ada ruang rapat rahasia. Ada cafetaria. Dan ruang yang paling saya suka: Game room!

All you can eat, all you can drink. Setelah makan malam & diiringi musik oleh The Extralarge, mulailah acara bidding. Bidding ini semacam lelang kepada ‘pembeli’ tertinggi, namun mata uangnya adalah Kaskus point yang didapatkan dari ‘game’ yang sudah dilalui. Tidak kurang ada lima goodie bag misterius yang ditawarkan kepada audiens.  Yang beruntung bisa dapet iPad, yang kurang mujur kebagian bunga hiasan saja.

Malam yang menyenangkan. Everybody have a good time.

Sedikit ngobrol dengan staf disana bahwa Kaskus sendiri memiliki visi untuk mengisi kantor baru ini dengan anak-anak muda yang energetic & creative. Dan Kaskus sendiri berusaha untuk tidak merekrut staf asing. Visi & prinsip yang keren dan perlu diapresiasi.

Thank you Ghina for the invitation!

Read More