detikcom

Detik Yang Membiru

 

Sebagai portal berita nomer satu yang diakses dari Indonesia, tampilan lama Detikcom jadul sekali. Layout dan warna yang dipilih adalah gaya khas website era 90-an. Logonya juga menggunakan efek emboss dan drop shadow yang kurang memberikan fungsi estetis.


Semenjak diakuisisi Trans Corp Juli lalu Detikcom mulai menggulirkan perubahan perlahan-lahan. Dimulai dengan warna website yang tone yang diselaraskan dengan warna Detikcom lama, kemudian layout index dan single post yang mulai berubah, dan yang berubah di awal Desember ini adalah logo dan warna website keseluruhan. Target penyelesaian transisi desain ini dijadwalkan selesai di semua kanal berita Detikcom pada 2012. Berikut petikan wawancara saya dengan Mahmud Yunus, Koordinator Creative Detikcom:

Mengapa Detikcom merubah warna utama logonya menjadi warna biru?
Warna dominan biru pada Detikcom yang baru dilakukan untuk lebih mendekatkan dengan warna brand Trans Corp. Detikcom berusaha agar warna identiasnya inline dengan brand Trans Corp yang  lain (TransTV dan Trans7). Pesan besarnya adalah Detikcom saat ini merupakan media online yang paling besar karena mempunya yang payung yang lebih kuat dibanding sebelumnya. Ini bisa di visualkan salah satunya lewat logo yang memakai font yang lebih kokoh.

 

Kapan jadwal perubahan website ini selesai bergulir?
Target tahun 2012 redesain bisa terlaksana disemua kanal.

 

Biro desain mana yang mengerjakan rebranding Detikcom ini?
Untuk rebranding ini semua kita kerjakan sendiri.

Ada perubahan mendasar pada warna, logo Detikcom yang semula diwarnai dengan merah terang sekarang berubah menjadi biru gelap. Begitu juga dengan layout dan warna website yang didominasi dengan warna biru gelap pada background.

Biru dari logo baru Detikcom memberi pesan bahwa sekarang ia sudah dimiliki Trans Corp, dan efek gradasi warna-warna terang pada bagian com menyesuaikan trend logo 2011. Warna dari logo lama yang masih tersisa adalah warna  jingga kemerahan di ekor logogram Detikcom dan ujung dari bulatan ikon baru. Dengan redesain ini, tampilan webnya jadi lebih gagah walaupun ada efek shiny yang dirasa kurang diperlukan untuk portal berita.

Rebranding yang memang sudah seharusnya dibutuhkan oleh Detikcom. Tampilan single post yang meletakkan berita di sebelah kiri dan iklan di sisi kanan juga mempercepat pengunjung untuk membaca berita yang ia inginkan. Begitu juga letak komentar dan interaksi social media yang diletakkan di bagian bawah dengan rapih.

Pengubahan dari warna merah menjadi warna biru ini ini juga saya pikir sebuah langkah strategis, mengingat Vivanews sebagai portal berita online yang terbanyak diakses di Indonesia nomer dua dibawah Detikcom juga menggunakan warna merah sebagai warna identitasnya.

Apakah pengorbanan warna merah Detikcom lama yang sudah menancap kuat sebanding dengan kecantikan visual dan kemudahan interaksi yang diaplikasikan pada web Detikcom yang baru? Silahkan dikomentari disini.

 

Image website detik lama di ambil dari sini.