Haul Code Margonda

Code Margonda: Panjang Umur Serta Mulia!

Kalau anda seorang entrepreneur dan punya uang 150 juta rupiah, mana yang anda pilih: menjadikan uang tersebut sebagai modal atau memulai sebuah coworking space di Depok yang belum mengenal istilah tersebut, belum jelas siapa yang akan jadi penggunanya dan belum jelas cara monetizingnya? Tommy, Shandy & Didi Diarsa memilih pilihan yang kedua. Mereka membangun coworking space pertama di Depok bernama Code Margonda, yang maksud namanya adalah menjadi tempat kolaborasi warga Depok yang bertempat di jalan Margonda.

Code Margonda ini bertempat di atas gerai Venneta System, dimana lantai 2 disediakan ruang untuk meeting dan lantai 3 area untuk coworking space. Dari lorong masuk, lantai 2 hingga lantai tiga semuanya dibalur dengan ragam ilustrasi unik buatan Didi Purwa. Yang saking uniknya hingga ada 2 kali kegiatan foto prewedding dilakukan di Code Margonda dengan latar belakang ilustrasi-ilustrasi tersebut.

Setelah satu tahun berjalan, Code Margonda sudah dikunjungi lebih dari 11.000 orang, 170 komunitas, digunakan oleh lebih dari 200 creativeworkers dan telah diadakan lebih dari 460 meetup. Belasan event skala lokal kota yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, akademik, bisnis dan komunitas, juga diinisiasi dan dirancang disini beberapa diantaranya ada Depok ICT Award dan Festival Setu. Bahkan DepokMobi pernah menyelenggarakan acara disini yang merupakan bagian dari Global Game Jam Hackaton.

Walaupun begitu pengguna Code Margonda bukan hanya yang fasih teknologi seperti komunitas Online Marketers Depok, tapi juga ibu-ibu komunitas ASI For Baby Depok yang mana tercatat sebagai komunitas yang paling rutin menyelengarakan acara di Code Margonda.

FYI, salah satu aktivis Code Margonda, Fauzan Helmi bersama timnya berhasil menyabet Grand Prize Winner di ajang “Code for Resilience” yang diselenggarakan di London, Inggris. FYI lagi, kesuksesan kampanye #HatiUntukAmmar yang mampu menggerakkan pengumpulan donasi dari 90 juta hingga ke 700 juta dalam waktu kurang dari satu bulan juga tak lepas dari peranan teman-teman penggiat online marketing yang sering begadang di Code Margonda.

Pencapaian dan angka-angka yang ditorehkan dalam waktu satu tahun tersebut membuktikan bahwa kota Depok ternyata punya masalah akut dalam menyediakan ruang publik yang akomodatif untuk berbagi serta melakukan hal produktif secara kolektif, dan Code Margonda terbukti bisa menjadi solusi bagi masalah tersebut.

Dulu saat kami memulai Depok Creative dan Depok Digital, kami punya hipotesis bahwa Depok ini punya banyak individu-individu kreatif dengan talenta berstandar industri dan kampus-kampus di Depok memiliki belasan ribu mahasiswa setiap tahunnya, artinya ini adalah suatu potensi arus input SDM yang penting. Jika ada suatu tempat yang memungkinkan terjadinya transfer knowledge dan bisa memproses input ini maka hasilnya akan luar biasa.

Code Margonda dengan segala aktivitas yang terjadi di dalamnya mampu membuktikan hipotesis tersebut. Bahan input yang bagus dimasak di tungku proses dengan penuh passion maka outputnya juga akan ciamik.

Code Margonda adalah bukti bahwa kolaborasi itu penting. Code Margonda adalah simbol semangat urban civic movement. Dan seharusnya kita masih bisa melihat Code Margonda panjang umur serta mulia hingga #10tahunlagi.

Keep on rockin!

 

*Bagi yang mau membantu panjang umur-nya Code Margonda mari mampir kesini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *