Steve Jobs & Motivasi Mengingat Mati

When I was 17, I read a quote that went something like: “If you live each day as if it was your last, someday you’ll most certainly be right.” It made an impression on me, and since then, for the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: “If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?”
— Steve Jobs

Being the richest man in the cemetery doesn’t matter to me … Going to bed at night saying we’ve done something wonderful… that’s what matters to me.
— Steve Jobs

…yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life’s change agent. It clears out the old to make way for the new
— Steve Jobs

Steve Jobs, pria yang merevolusi industri komputer, musik & telepon, begitu menekankan pentingnya arti kematian. Steve Jobs adalah contoh nyata bagaimana ‘mengingat mati’ bisa diubah menjadi energi untuk melakukan hal-hal yang revolusioner.

Orang yang paling banyak ingat mati, paling baik dalam persiapan menyambut kematian. Merekalah orang-orang yang beruntung, dimana mereka pergi (meninggal) dengan membawa kemuliaan di dunia dan akhirat.
— HR Ibnu Majah

Cukuplah kematian itu sebagai penasehat
— HR Thabrani & Baihaqi

Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian)
— HR Thabrani

Perbanyaklah mengingat kematian, sebab ia mampu membersihkan dosa-dosa, dan menjauhkan diri dari kesenangan duniawi.
— HR Ibnu Abid Dunya

Bagi seorang muslim, Nabi Muhammad sejak 1400 tahun yang lalu telah mengingatkan kita akan pentingnya mengingat mati. Oleh karenanya seorang muslim juga harus termotivasi untuk melakukan hal-hal yang membawa manfaat untuk orang banyak.

Credit: Ilustrasi Steve Jobs dibuat oleh Ryann Zha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *